KRI Sutanto (887) TNI-AL

KRI Sutanto (887) TNI-AL

KRI Sutanto (887)

KRI Sutanto merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet, KRI Sutanto ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta warsawa Type 133.1. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal atau pantai.

Meriahnya perayaan HUT TNI ke 69

KRI Sutanto

KRI Sutanto merupakan salah satu dariĀ  eenambelas kapal Parchim Class ini dibuat untuk Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi dibuat untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast. Setelah Penyatuan kembali Jerman, Bekas negara Jerman timur menjual kapal-kapal ini ke TNI AL Indonesia pada 1993.

Korvet KRI Sutanto ini pernah digunakan sebelumnya oleh tentara Angkatan Laut Jerman Barat. Kapasitas kapal ini bisa menampung sebesar 20 hingga 59 orang anak buah kapal.

Dimensi kapal KRI Sutanto berukuran 75.2meter x 9.78meter x 2.65 meter/ (246.7 x 32.1 x 8.7 kaki). Berat muatan penuh sekitar 900 ton.

Kapal Perang TNI-AL
KRI Slamet Riyadi, KRI Sutanto, KRI Teluk Sampit

Persenjataan KRI Sutanto

Torpedo
kapal ini dilengkapi dengan empat tabung peluncur torpedo 15.7 inci.

Peluru kendali

Sistem pertahanan udaranya adalah dua peluncur [[rudal] SA-N-5, rudal darat ke udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap tetap , pesawat sayap putar dan terhadap rudal anti-kapal yang datang.

Anti kapal selam
Selain itu ia juga dilengkapi dengan 2 RBU-6000 untuk peranan anti-kapal selam (ASW RL) dan juga mempunyai 2 para (Deep Charge).

Meriam
Meriam utama kapal perang KRI Kapitan Patimura yang dipasang pada dek depan, adalah meriam kembar 57mm/70 caliber DP. Kapal ini juga dilengkapi dengan satu senapan 30 mm kembar serbaguna.

Decoy
PK-16 decol RL yang bisa diluncurkan dalam mode ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.

Radar dan Sonar
Radar kapal perangĀ  ini adalah MR-302/Strut Curve bisa digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara yang dipadukan dengan sistem kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob.
Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam men-scan area diudara maupun dipermukaan. Kapal anti-kapal selam (ASW) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan kapal dari jenis MG-322T.

Tenaga penggerak
Kapal ini mempunyai tiga mesin disel yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan beroperasi 24 nm.

Buku-Buku Seputar Kapal Kelas Sejenis KRI Sutanto

[phpzon keywords=”parchim class” num=”7″ country=”US” searchindex=”Books” trackingid=”irwannet-20″ sort=”none” templatename=”default”]

4 Comments

  1. waaah sdh tertular politikus, TNI AL siap lawan malon !!!!
    Ingat DAMAI ITU INDAH, kl sampean di jkt sdh tentu jauh dr BOM / LEDAKAN
    rudal.!!!!! bgmn dgn kita yg dekat dgn malon ?….
    cb pikirkan wkt operasi militer di ACEH, masyarakat jd STRES dengar suara BOM dan peluru. kami warga di perbatasan tak ingin perang. hidup jgn di buat susah.
    dan perlu di ketahui ,01 . militer kita kurang senjata di semua angkatan ( ALUTSISTA ),02 butuh dana besar buat perang. 03 akan banyak lg kehilangan nyawa baik itu tentara / masyarakat di perbatasan, 04 dana perang lebih baik untuk bangun infrasruktur ( jembatan/rumah sakit/jalan raya dll ) 05. ingat malon itu anggota SEATO ( inggris,australia,new zealand,singapore,malaysia ) pakta perjanjian mereka ; bila ada salah satu di serang maka mereka akan membantu.
    TNI al,au,ad memang kekurangan senjata canggih,harga senjata sangat mahal. dan setiap departement minta jatah besar pula untuk pembangunan INDONESIA ,

  2. saya setuju jika tni al menggunakan kapal korvet ini sebanyak 120 unit untuk patroli perairan nkri. persenjataannya di modernisasi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.