Angkatan Udara India bisa jadi akan menjadi operator pesawat tempur Sukhoi Su-30MK terbesar setelah Rusia.  Direncanakan nantinya India akan mengoperasikan sekitar 190 unit Su-30MKI (Flanker spesifikasi India).  Su-30 sebagai derivative Su-27 oleh pihak NATO disebut sebagai Multi-Role Fighter Bomber.

India memesan Su-30MKI dari Rusia yang pelaksanaan pembuatannya dilakukan oleh Irkut Corporation.  Jenis pesawat tempur multi-peran ini saat dipesan masih berupa gambar rancangan, kini merupakan seri yang sangat moderen dibandingkan inventaris pesawat tempur Rusia lainnya.  Dalam sebuah latihan bersama dengan AU Perancis beberapa bulan yang lalu, pesawat ini sempat membuat kagum penerbang Mirage.

SU-30MKI

SPONSOR





Sejarah Sukhoi bagi India dimulai dengan pesanan untuk Su-27 pada tahun 1991, lalu pada tahun 1993 pihak Rusia mempamerkan konsep Su-30MK yang dikembangkan bersama pihak India pada Paris Airshow.  Sesungguhnya pesawat yang dipamerkan merupakan versi Su-27UB dengan beberapa perubahan, terutama pada kokpitnya. Pada pameran tersebut dipamerkan juga kelengkapan sistem persenjataan yang digunakan untuk Su-30MK berupa misil Kh-29, Kh-31, Kh-59M, dan KAB-500.

Militer India memperoleh persetujuan dari Parlemen untuk pembelian Su-30MKI pada bulan Juli 1995 setelah setahun sebelumnya pihak delegasi militer India dan beberapa penerbang tempur melakukan kunjungan evaluasi ke Rusia.  Sebagai pembanding pilihan pada saat itu adalah pesawat tempur buatan Dassault, Perancis, jenis Mirage 2000-5.

Kontrak untuk pesanan 40 unit Su-30 ditandatangani pada tahun 1996 untuk jangka waktu penyerahan antara tahun 1997-2000.  Kontrak ini ditambah 10 unit pada tahun 1998, menurut berita tambahan 10 unit ini tadinya merupakan pesanan Indonesia.

Pada bulan Oktober 2000 ditandatangani sebuah memo kesepahaman antara India dan Rusia untuk program alih teknologi pembuatan 140 unit Su-30 MKI di India yang pembuatannya akan dilakukan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL).

Arti akronim MKI pada Su-30MKI Flanker adalah M untuk Modernized, K untuk Commercial dan I untuk kata Indiski (India).  Grup pertama pesawat Su-30 MKI diserahkan pada pertengahan tahun 2002 setelah adanya penyempurnaan pada system avionic-nya. dilaksanakan di Pangkalan Udara Lohegaon di dekat kota Pune, India.  Pesawat-pesawat Su-30 diformasikan pada Skadron 24 Hunting Hawk (Su-30), dan Skadron 20 Lightning (Su-30MKI) yang beberapa unit pesawatnya masih belum diserahkan karena adanya pembaharuan piranti lunak.

Skadron 24 sebelumnya pada bulan Juni 1997 telah menerima pengiriman pertama sebanyak delapan unit Su-30MK.

Beberapa keunggulan perlengkapan Su-30MKI antara lain, kokpit dilengkapi dengan kuri lontar zero-zero KD-36DM (inklinasi pada 30 derajat) dengan modifikasi pada perangkat komunikasi dan oxygen interface block.  Kursi awak bagian belakang ditinggikan kedudukannya guna mendapatkan bidang pandang yang lebih leluasa.  Kokpit juga dilengkapi dengan kontener untuk menyimpan makanan dan minuman cadangan, serta penambahan jumlah persediaan oxygen.

Perangkat saji data berwarna (Liquid color Display) dipasok oleh perusahaan Sextant Avionique dari Perancis.  Kokpit dilengkapi dengan lima buah display type MFD 55 dan satu buah type MFD 66. untuk pilot dan WSO (Weapon System Officer), kelengkapan lain berupa Totem intertial guidance system (dual-INS) dengan teknologi GPS dan HUD Holographic VEH 3000.

Pilot juga dilengkapi dengan helmet khusus Gzarkhov 45A HMS (Helmet Mounted Sight) unit yang dapat mengendalikan misil jenis R 73 dan R60 MK.

Il-78-SU-30MKI

Su-30MKI memiliki konstruksi airframe dari bahan titanium dan aluminium alloy yang sangat kuat. Konstruksi fuselage head, kokpit, kompartemen radar dan avionic bay dibuat dengan system semi-monocoque.  Pada air-frame sebagian besar dibuat dengan bahan komposit.  Pesawat ini menggunakan system Fly-by-Wire digital.

Perangkat sensor utama pada Su-30MKI adalah Phased Array Radar N011M, multi-mode dual frequency (X- dan L-Band channel, NATO I dan D band).  Mampu mendeteksi target dengan menggunakan metoda Non Co-operative Targeting.  Dirancang untuk mendeteksi target ukuran pesawat tempur pada jarak 150-160 km, dan dapat menjejaki (tracking) 20 target, sementara menghadapi 8 target aktif.  Juga mampu menghadapi kondisi situasi mode udara-ke-udara maupun udara-ke-darat.  Untuk mode udara-ke-darat mampu mendeteksi target darat pada jarak lebih dari 200 km (untuk target ber-resolusi tinggi dapat mencapai jarak 400km), dan memberikan pemetaan permukaan, fungsi terrain following, dan fungsi terrain-avoidance.  Target darat berukuran kecil seperti tank (kendaraan tempur) dapat dideteksi pada jarak lebih dari 40 sampai 50 km.

Mode Udara-ke-udara: Velocity search, Range while search, track while scan, target ID, close combat mode.

Mode Udara-ke-Permukaan: Real beam mapping, DBS mapping, SAR mapping, moving ground target selection, tracking & measuring of ground target coordinate.

Mode anti-kapal permukaan: Sea surface search, moving sea target selection, tracking & measuring sea target coordinate, sea target ID.

Diameter antenna radar berukuran 1 meter, antenna gain 36dB, main side-lobe level -25dB, average side lobe level -48dB, beam width 2,4 derajat dengan 12 distinct beam shapes. Berat antenna antara 100 sampai 110 kg.

Bars radar menggunakan kendali Indian Radar Controller, yang dikembangkan dalam program Project ?Vetrivale' (Lance of Victory) yang dilakukan oleh Defence Avionics Research Establishment (DARE) yang berkedudukan di Bangalore.  Program proyek ini juga termasuk pengembangan mission computer dan display processor.  Hasilpengembangan tersebut diproduksi oleh HAL Hyderabad Division.

Sukhoi-Su-30MKI

Sarana radar juga dapat berfungsi sebagai pos komando bagi pesawat lainnya, dengan peng-koordinatan target yang secara otomatis dapat ditransfer ke maksimum empat pesawat lainnya melalui data link.  Su-30MKI memiliki opto-electronic surveillance & targeting system yang terdiri dari IR direction finder, laser rangefinder dan helmet mounted sight systems. OLS-30M dikembangkan oleh perusahaan UOMZ Company yang memiliki sistem penerima yang tahan terhadap goncangan, serta micro-cryogenic system.

Perangkat komunikasi terdiri dari radio VHF dan HF, secure digital communication systems berikut antenna-feeder.  Untuk pengamanan diri, Su-30MKI dilengkapi dengsn system radar peringatan (RWR) yang disebut sebagai Tarang Mk.II, selain itu juga dilengkapi dengan chaff/flare dispenser dan active jammer.

Persenjataan:  Su-30MKI memiliki daya angkut external maksimum 8000 kg (8 ton).  Persenjataan yang dapat dibawa antara lain;

Internal gun; GSh-301, laras tunggal caliber 30mm dengan kapasitas normal amunisi yang dapat dibawa sebanyak 170 butir, namun umumnya dimuat 150 butir saja. Dengan kcepatan pnembakan 1500 sampai 1800 butir per menit.  Jarak tembak dari udara-ke- darat  antara 200 sampai 800 meter, dan untuk udara-ke-udara sekitar 1200 sampai 1800 meter.

Su-30MKI memiliki 12 hardpoints (titip untuk pemasangan persenjataan) untuk berbagai jenis persenjataan, dapat dikembangkan menjadi 14 hardpoints dengan menggunakan multiple ejector racks.

ALUT SISTA RUDAL yang dapat dibawa oleh Su-30MKI antara lain rudal udara-ke-udara, udara-ke-permukaan dan rudal anti kapal permukaan, diantaranya;

R-73 (AA)

R-27R (AA)

R-27ER (AA)

RVV-AE (R-77) (AA)

KS-172 (K-100)

Kh-29L/T (AG)

Kh-31A/P (AG)

Kh-59M (AG)

KAB-500KR (Guided Munitions) (sampai 6 unit)

KAB-1500KR (Guided Munitions) (sampai 6 unit)

KAB-250/500L (Guided Munition) (sampai 3 unit)

FAB-500T (Unguided Munitions) (sampai 8 unit)

FAB/OFAB-100/-120/-250-270 (Unguided Munitions) sampai 28 unit)

RBK-500 (Unguided Munitions) (sampai 8 unit)

S-80M/S-8MB (Unguided Munitions) sampai 80 unit)

Yakhont (Brahmos).

SPESIFIKASI Su-30MKI Flanker:

-          Panjang keseluruhan : 21,9 meter

-          Bentang sayap: 14,7 meter

-          Tinggi: 6,4 meter

-          Berat tinggal landas: 24.900 Kg (Normal); 34.500 kg (Maksimum)

-          Service celing: 17,3 km

-          Jarak jelajah dengan bahan baker pada tanki internal: 3000 km.

-          Jarak jelajah dengan pengisian bahan baker diudara: 5200 km

-          G limit: +9

-          Climb rate: 45.300 kaki/menit

-          Kecapatan: pada sea-level 1350 km/jam, pada ketinggian 11.000 meter dapat mencapai Mach 2+

Perangkat avionic untuk Su-30MKI dipesan oleh lembaga Litbang India (DRDO - Defence Research and Development Organisation) dengan komposisi komponen dari India, Perancis dan Israel.  Perangkat navigasi dan system kendali penembakan dipesan dari bebagai Negara dan di rangkum oleh pihak Ramenskoye PKB Avionics design bureau, Rusia, dengan databus MIL-STD-1553B.  Elemen utama perangkat kendali penembakan termasuk Bars radar dan electro-optical search-and-track device OLS-30 (36Sh-01) merupakan buatan Rusia, sementara Sura-K helmet-mounted sight, dan juga komponen utama dari rudal Kh-59M (TV seeker datalink) dipesan dari Ukraina.

Perangkat avionic yang dipasok dari Perancis adalah Totem 3000 ring laser gyro inertial navigation system dikombinasi dengan Sigma-95 GPS receiver.  Perangkat dari Israel berupa holographic head-up display, digital map generator, Litening targeting pod buatan Rafael, dan electronic warfare system dari Elta (dikembangkan dari EL/M-8222 jammer).

Flight refueling Mk 32 pod (dibawa dibawah fuselage) untuk buddy-buddy refueling (pengisian ulang bahan bakar sesame Su-30MKI) buatan Inggris.

Pesawat Sukhoi-30 konsep matangnya mulai dikembangkan kedalam produksi pada tahun 1996.  Pelaksanaan pengembangan dilaksanakan oleh OKB Sukhoi design bureau bersama tiga pabrikan yaitu; KnAAPO di Komsomolsk-on-Amur, IAPO (kini Irkut) di Irkutsk, dan NAPO di Novosibirsk.  Irkut merupakan badan usaha yang pertama kali mengalami privatisasi.  Sukhoi Holding kini hanya memiliki saham sekitar 13,8 persen di Irkut.  Dengan demikian Irkut kini merupakan sebuah badan usaha yang berdiri sendiri.  Bahkan beberapa produk Irkut malah bersaing dengan Sukhoi Holding, misalkan Su-30MKI merupakan competitor dari Su-30MKK/M2 yang dikembangkan oleh KnAAPO.