He Who Will Win The War, He Will Win The News

Image

Entah dimana gue baca itu. Tapi itu gue percaya. Siapa memenangkan peperangan, dia memenangkan pemberitaan. Intinya, kalau melihat berita, artikel, tulisan, atau media publikasi lain seperti film, dokumenter, dll, isinya apa?


Cari apa saja di AliExpress.Com


Isinya tentu saja publikasi satu arah!

Kalau mendengar cerita Perang Dunia II (World War II), apa yang Anda lihat, dengar dan rasakan?

Bukankan semua berisi kebaikan, keberhasilan atau kejayaan tentara sekutu? Which is di lain pihak berupa keburukan, kegagalan, atau bahkan kebodohan tentara lawan?

Apakah banyak ditemukan cerita, film atau publikasi mengenai kedigdayaan tentara Jerman? kehebatan agen rahasia Jerman? kehebatan tentara Jepang? pasukan Kamikaze? atau pasukan Vietcong?

Tentu saja tidak!

Bahkan, publikasi yang seperti berimbangpun tidak imbang!!

Apa ada kehebatan strategi Jepang menyerang Pearl Harbour di WWII? Kalau mau dibahas, Jepang lebih hebat strategi kemiliterannya ketimbang cuma bisa membalas dengan bom atom. Apa hebatnya bom atom? Kalau pakai bom atom sih, tidak perlu strategi untuk meratakan sebuah negara. Siapa punya bom atom, bisa melakukannya. Kalo gue punya kacang atom doang, mana bisa?  <g>

Contoh lain, apa ada cerita keberhasilan pendudukan Jerman ke seluruh Eropa? Kedigdayaan kapal selam U-Boat di lautan Atlantik? kelincahan pilot-pilot Jerman di udara, atau ketangguhan pasukan darat di seluruh Eropa??? Di luar benar atau salah, memangnya mudah menjajah hampir seluruh daratan Eropa?

Image

Artinya opo?

Artinya, Anda semua nih. Kita semua, hanya dicekoki oleh berita satu sisi. Dimana yang dianggap pemenang 'perang' saat ini, adalah Amerika Serikat.
Sadarkah kita, bahwa kita semua, seluruh penduduk dunia, menjadi korban "pembodohan sistematis" yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Buktinya apa?

Mudah saja.

Media publikasi dewasa ini apa sih? televisi? radio, buku? majalah, atau internet?
Siapa menguasai semua hal tersebut? Televisi lokal, mungkin punya pemilik lokal. begitu pula radio, buku, majalah, atau situs internet.

Tapi contentnya?

TV kita bisa lihat RCTI, SCTV, Trans TV, dll. Radio ada Hard Rock, Kiss FM, Ramako, dll. atau buku ada Gramedia, Gunung Agung, dll. Dari televisi saja mudah terlihat. Apapun yang terjadi di dunia, even sang pembawa berita (kalau berita), pembicara, moderator, dll, sudah terpengaruh sumber informasi yang notabene dari jaringan informasi terkuat, which is itu Amerika Serikat.

Dengan cekokan beragam film Hollywood, beragam acara barat, buku barat, atau sumber lain, masak iya saya sang pemirsa akan mewakili 'bahasa' lain? Coba iseng tanya 10 rekan Anda tentang invasi Amerika ke Irak (2003). Semua menggebu-gebu membenarkan Amerika Serikat, dan menyalahkan Saddam Hussein.

Lha?? Anda tahu apa??

Setelah terbukti tidak ada bom pemusnah massal yang dituduhkan negara-negara agressor tersebut, mana ada negara lain ikut bicara? Anda yang dulu membenarkan invasi Amerika aja pasti memilih diam ketimbang mencari berita dari Iraq.

Hohoho. Jangan terus sinis mau tanya gue tau apa donk!

Gue juga nggak tau apa-apa. Cuma mau mencoba berpikir adil saja. Ini semua gue tulis sehabis nonton film di HBO. Judulnya, Dirty War. Sekilas mengenai pemboman di Inggris. Yang menyiratkan sang teroris berwajah, berbahasa, bergaya Arab (atau muslim).

Gara-gara hal itu, gue menerawang. Kenapa sih sang teroris selalu digambarkan sebagai orang Arab? orang Islam?

Di film-film lain, (gue lupa judulnya) dulu ada yang ceritanya yang diserang di Amerika sendiri. Sampe-sampe seluruh orang Arab, keturunannya, apapun yang berbau-bau kesana diamankan disebuah stadium olahraga.

Ada film lain, yang gue juga lupa judulnya menggambarkan, sang teroris melilitkan bom bunuh dirinya. Which is secara looks-nya dia masih keturanan Arab. Lebih gila lagi, ada film yang pernah menyebut Indonesia juga sebagai asal sang teroris!! Kalau film-film yang sifatnya menghibur sudah memiliki kandungan demikian, apa kita sadar bahwa opini masyarakat dunia sedang dibentuk?

Bahwa teroris itu Arab, atau identik dengan muslim, atau identik dengan Islam.
Kalau Anda tanya bule yang di negaranya, sumpah-sumpah dia benci teroris. Tanya lebih dalam lagi, dia akan mengidentikan teroris itu orang Arab, orang muslim, atau orang Islam.
Kalau Anda tanya bule yang pernah atau tinggal di sebuah negara muslim. Dia tidak akan berpendapat demikian.
Image

Waktu di Bali kemaren, gue sempet ngobrol sama bule Australia. Dia demen banget kesini (Indonesia), dan dia kesel banget dengan travel warning yang dikeluarkan Australia, berlaku untuk larangan ke seluruh Indonesia. Menurut dia pemerintahnya parno banget, wong di sini aman-aman saja kok, katanya.

Mungkin yang bijak justru untuk wilayah Jakarta, katanya.

Di kesempatan lain, gue tanya sohib gue yang MBA lulusam Amrik. Dia mah corong Amrik banget. Nggak beda dengan bule yang tinggal disana. Tapi dia kalah obyektif dengan bule yang tinggal di Indonesia.

Dari contoh itu saja, sudah terlihat. Semua terbentuk karena media.

Capek juga nulis gini ya?

Coba deh jalan-jalan ke situs anti perang yang netral. Situs-situs Iraq, atau lihat Al Jazeera (FYI: Al Jazeera, diganjel lho ketika masuk Amrik. Silahkan baca berita soal ini. Salah satunya gue baca di BusinessWeek Indonesia).

Biar obyektif.

Nanti aja terusinnya yee... Lebih banyak di kepala ketimbang apa yang bisa ditulis!

Links:

  1. Al Jazeera
    English language site of Qatar based pan-Arabian TV broadcaster.
  2. AlterNet: War on Iraq
    Stories about Iraq by AlterNet and other "alternative" sources, as well as links to news as it happens.
  3. BBC News - Iraq
  4. Electronic Iraq
    Alternative news portal on the US-Iraq crisis.
  5. Guardian - Special Report on Iraq
  6. Institute for War and Peace Reporting
    Quality comment and special reports from inside Iraq by independent media group.
  7. Iraq Foundation Website
    Non-governmental organization working for democracy and human rights in Iraq.
  8. Iraq Research and Documentation Project (IRDP)
    Collection of resources documenting the government, politics, and society of modern Iraq.
  9. Iraq Today
    Iraqi first national English-language newspaper after the fall of Saddam - published in Baghdad, and now distributed worldwide via the Web.
  10. MEMRI: Iraq
    Site of the Washington-based Middle East Media Research Institute providing analysis and translations of Iraqi and Arabic media reports.
  11. Radio Free Iraq
    News and comment by the staff of Radio Free Europe/Radio Liberty.
  12. RUSI: Iraq
    Commentary on the latest developments and an archive of key documents and resources from the Royal United Services Institute (RUSI).
  13. KurdishMedia.com
    Daily news on Kurdistan from independent information provider.
  14. Kurdistan Democratic Party (KDP)
  15. Patriotic Union of Kurdistan (PUK)