Dewasa ini kecenderungan penggunaan senapan runduk (sniper rifle) bukan lagi diutamakan untuk tujuan melumpuhkan personel, tetapi juga untuk penetrasi terhadap material dengan jarak tembak yang cukup jauh dan daya hancur maksimal.

(DoD photo by: SPC. HENRY)

Maka penggunaan amunisi senapan runduk (sniper rifle) bukan lagi pada kaliber 7.62mm tetapi sudah kepada kaliber menengah semacam kaliber .50 (12.7mm) sampai pada kaliber 30mm.

SPONSOR





Karena kalibernya termasuk kelas menengah, amunisi senapan runduk anti material (AMR - Anti-material Rifle) dapat digunakan jenis High Explosive (HE) untuk penghancur material, ataupun Armor-Piercing (AP) yang dapat menembus mesin helikopter ataupun instalasi radar.

Keberadaan senapan runduk (sniper rifle) kaliber menengah ini ditujukan bagi kegiatan operasi khusus semacam tugas perorangan dalam grup kecil sampai kepada sebagai suplemen senjata pasukan khusus.  Senapan runduk dioperatori oleh seorang penembak ahli dengan spesialisasi khusus (marksman).

Pada masa kini sepucuk senapan runduk dioperatori oleh dua personel yang terdiri dari satu penembak (sniper) dan satu lagi berfungsi sebagai observator (mengukur kecepatan dan arah angin, jarak sasaran yang diukur dengan pengukur jarak khusus, dll.)

Sejalan dengan misi operasi pasukan khusus yang dimasa demai - pasca konflik Vietnam - tidak lagi dikerahkan untuk melakukan peperangan berskala besar atau intensitas tinggi, pasukan khusus tetap dioperasionalkan pada masa damai, baik untuk misi-misi khusus seperti kegiatan sabotase, infiltrasi, misi penyelamatan, demolisi suatu obyek vital atau kegiatan perang terhadap terorisme.

Suatu unit pasukan khusus memerlukan perangkat pendukung yang serba canggih dan praktis pengoperasiannya, salah satu diantaranya adalah senapan runduk anti material. Selain memiliki jarak tembak yang jauh serta daya penetrasi terhadap material maupun lapis baja dalam ketebalan tertentu, senapan ini sangat luas fungsinya.

Fungsi pada pasukan khusus tidak saja untuk membidik suatu target yang harus dilumpuhkan atau dihancurkan, tetapi juga sangat bermanfaat dalam memberikan perlindungan bagi unit pasukan yang sedang melakukan penyusupan, jadi penembak runduk (sniper) bertindak sebagai cover support ataupun sebagai stopper (menghalangi pengejar pasukan yang sedang melakukan gerakan mundur).

Dipasaran saat ini terdapat berbagai jenis senapan runduk anti material, pembuatannya bukan lagi didominasi oleh Amerika Serikat tetapi juga beberapa negara Eropa baik Barat maupun Timur.

Senapan Sniper (Senjata Sniper)

Barret (USA)

Barret merupakan senapan runduk kelas anti material dengan kaliber .50 Browning atau 12.7mm saat ini menjadi favorit kalangan pasukan khusus AS. dirancang oleh Ronnie Barrett.  Senjata ini juga telah secara luas digunakan diberbagai negara (sekitar 35 negara pengguna) bahkan menjadi standard untuk senapan runduk kaliber .50.

Dikenal dengan kode militer M82, dengan berbagai versi dari M82-A1 sampai yang mutakhir M82-A1M (dalam jajaran Korps Marinir AS disebut sebagai M82A3).  Secara garis besar senapan runduk ini begitu populer dikarenakan tingkat akurasi-nya yang tinggi serta reliabilitasnya.

Sejarah ketenaran senapan runduk Barrett ini diawali pada tahun 1994 dipangkalan Korps Marinir Quantico setelah berakhirnya operasi Badai Gurun (Operation Desert Storm) dimana diadakan sebuah evaluasi senjata ringan.  Pengguna senapan runduk Barrett ini sangat memuji ketangguhannya, antara lain kemampuan jarak tembaknya yang melebihi jarak 2,000 yard.

(images: 308sniper.com)

Barret M82A1 merupakan senapan dengan sistem operasional recoil semi-otomatis dengan prinsip short-recoil dengan menggunakan rotating bolt in a carrier.  Versi standardnya dilengkapi dengan sarana dudukan untuk alat pembidik optik (optik standar fixed-focus 10x Swarvoski) dengan middle-dot reticle.

Dilengkapi dengan penyangga dua kaki (bipod) yang mudah disetel (adjustable).  Panjang keseluruhan senapan ini yang terkecil (untuk operasi lintas udara) 483mm.  Panjang keseluruhan normal adalah 1.45m atau 965mm. Dengan panjang laras 736,6mm.  Berat kosong sekitar 13,6kg, sedangkan magasennya memuat 10 butir peluru.

Kelengkapan lainnya adalah tas penyimpan senapan (soft backpack carrying case), recoil-absorbing soft mount untuk tempat penyangga tiga-kaki (tripod) atau dudukan senapan di kendaraan (pintle mounts).

Perbedaan antara versi M82A1 dengan M82A1M adalah pada moncongnya (muzzle brake) serta modifikasi pada grip belakang, sistem pembidik.  Saat ini M82A1M baru digunakan dalam jajaran Korps Marinir AS saja.

Varian lainnya adalah Model-95 dan 95M dengan sistem bullpup dimana megasen berkedudukan dibelakang trigger. Sistem muzzle-brakenya dapat memperkecil daya tolak balik saat penembakan (diperkirakan identik dengan shotgun 12-gauge magnum.)

M95 dikembangkan bagi kebutuhan Angkatan Darat AS dalam program M107, termasuk didalamnya sistem kedudukan pembidik optik MIL-STD-1913.

Barret juga mengeluarkan jenis Model 98 dengan kaliber .338 Lapua Magnum dengan sistem operasi gas, yang diserahkan kepada pembelinya pada kuartal ketiga tahun 1998.  Sistem opersi gas yang diterapkan mirip dengan senapan serbu M-1 dan M-2 Carbines.

Dilengkapi dengan magasin isi 10 butir peluru.  Muzzle brake yang digunakan sama dengan model senapan runduk Barret terdahulu (berbeda dengan M 95).  Selain mekanisme senapan yang terbuat dari bahan logam, kelengkapan lainnya (furniture) dibuat dari bahan carbon-fiber-reinforced polymer.

Dudukan pembidik optik dipasangi dengan 'Picatiny Rail' yang digunakan untuk pembidik optik stadar militer.  Nilai tambah dari Model 98 ini adalah dapat melakukan penembakan secara cepat.  Bobotnya yang mencapai 7 kg dapat ditembakan oleh personel dalam posisi berdiri.  Jarak tembak efektif mencapai 1500 meter.

IWS 2000

IWS 2000 merupakan AMR buatan Steyr Austria.  Senapan ini berkaliber 15.2mm dengan penembakan high velocity (1.450m/detik+) dengan amunisi jenis APFSDS (Armor-Piercing, fin-stabilized discarding sabot) yang dapat menembus lapisan baja setebal 40mm dari jarak 1.000 meter.  Senapan ini memiliki bobot 18 kg.

RT20 Kanon (Croatia)

Dua jenis AMR yang menggunakan amunisi kaliber berat; RT20 buatan Kroasia dan NTW 20 buatan Afrika Selatan; keduanya menembakan amunisi kanon kaliber 20mm.

RT20 dapat menembakan amunisi HS 404 20×110mm AP Incendiary (API) maupun HE, Senapan ini termasuk kategori yang tidak umum.  Dikembangkan utamanya untuk dapat melakukan penembusan dari jarak jauh atas kemasan lapis baja pada pembidik thermal yang terdapat pada ranlapba T-84.

Pengembangan ini didasari dari pengalaman masa konflik Yugoslavia dimana T-84 dikerahkan untuk mendeteksi gerak pasukan infantri Kroasia pada malam hari.  RT20 yang disebut sebagai Senapan Kanon (Hand Cannon) ini memiliki heavy recoil dengan mengadopsi multi-baffle muzzle brake dan parsial gas propelan yang mengisi ruang recoil secara langsung kearah belakang.

RT20 mengadopsi layout bullpup (bullet-puppy design) memiliki panjang keseluruhan 1,33 meter, dengan sistem handle-bolt disisi sebelah kiri.  Memiliki bobot total 19,2 kg termasuk penyangga dua-kaki (bipod) serta teropong/pembidik optik Kahles 6×42.  Versi RT20 M1 memiliki bobot yang lebih ringan yaitu 17kg.  Menurut perancangnya, Ratko Jankovic, jarak tembak efektif senapan ini mencapai lebih dari 1.800 meter.

NTW-20 (South Africa)

NTW 20 menembakan amunisi kaliber 20×83,5mm MG151 produksi Pretoria Metal Pressings (PMP).  Dirancang oleh Tony Neophytou yang awalnya diproduksi dengan merek Aerotek.  NTW 20 kemudian diproduksi oleh Mkhonto Arms yang setatus terakhir tidak begitu jelas.

Recoil senapan ini alleviated dengan buffer atau penahan hidraulik/pneumatik dikombinasi dengan muzzle-brake yang besar.  Bagian recoilnya bergerak (slide) pada kerangka chasis.  Sistem penguncinya secara manual dengan sistem six-lug bolt, dengan masukan amunisi dari kotak megasen isi tiga butir yang dimasukan dari sisi sebelah kiri senapan.

Bobot totalnya mencapai 26kg, dalam transportasinya dapat diurai menjadi dua bagian utama masing-masing dalam satu kemasan tas punggung.  Panjang keseluruhan senapan ini adalah 1,795 meter  dengan panjang bagian laras 1 metter.

NTW 20 merupakan model pertama yang menembakan amunisi Rusia 14,5×114mm.  Dalam penembakan munisi jenis API mencapai jarak tembak 2.300 meter.  Namun apabila dikehendaki, senapan ini menyediakan komponen dan part untuk digunakan dalam penembakan munisi standar NATO 12,7 x 99 mm, atau munisi blok Timur dengan kaliber 12,7 x 107 mm.  Dengan satu model NTW dapat dipertukarkan kalibernya antara kaliber 20, 14.5 dan 12.7mm.

Kroasia mengeluarkan senapan runduk anti-material MACS M2-A dan MACS M3 (kaliber 12.7mm standar NATO) yang dirancang oleh Ratko Jankovic.  MACS M2-A jenis konvensional, bolt-action single-shoot (sistem kokang penembakan tunggal), sedangkan MACS M3 menerapkan layout bullpup (bullet puppy) yang larasnya lebih pendek (760mm) dari MACS M2-A (780mm).  MACS M3 berbobot 8.8 kg (termasuk penyangga dua kaki dan alat bidik optik), memiliki panjang kesleuruhan 1.11 meter.  Saat ini digunakan oleh jajaran angkatan darat Kroasia.

Gepard (Hungaria)

Senapan runduk anti material (AMR) Hungaria dikeluarkan oleh Landimex, diproduksi dalam lima model, umumnya menembakan munisi kaliber 12.7 x 107mm, sementara satu modelnya Gepard M3 yang dikenal dengan sebutan Destroyer menembakan munisi kaliber 14.5 x 114mm.

Dikalangan pengamat persenjataan, AMR Gepard dinilai sangat presisi dan memiliki akurasi tinggi.  Model handal lainnya adalah Gepard M4 SA1 semi otomatis yang memiliki kamar peluru kaliber 12,7mm NATO maupun blok Timur.  Amunisi diisi melalui kotak peluru berisi lima butir atau 10 butir (helical magazine). Disusul dengan Gepard M5 jenis self-loader dengan laras yang lebih panjang - ukuran laras Gepard M4 SA1 adalah 800mm, sedangkan M5 berukuran 1,1 meter.

Model 96 Falcon (Czech)

Pabrik senjata Cheko (pecahan Chekoslovakia), Zbrojovka Vsetin memproduksi AMR kaliber 12,7mm dengan sebutan Model 96 Falcon. Diproduksi dengan kamar munisi kaliber standar NATO maupun blok Timur, berbobot 12,6 kg.  Konstruksi keseluruhan sangat sederhana dan kokoh, dilengkapi dengan pembidik optik 10×50 yang dapat ditukar dengan alat bidik teropong malam.

AMR Cheko lainnya adalah LCZ B-30 rancangan novel dimana masukan munisi (main receiver) beraksi sebagai dasar untuk dua model kegunaan, sebagai senapan serbu dan pelontar granat, dan sebagai AMR, komponennya dapat dipertukarkan untuk kegunaan aplikasi tersebut.  Diproduksi dengan mekanisme recoil-operated dan sistem operasi smooth low recoil.  LCZ B-30 diproduksi untuk penembakan munisi kaliber 12.7, 14.5 dan 15mm.

AMR PERANCIS

Angkatan darat Perancis mengadopsi AMR PGM Precision 12.7mm Hecate II, beroperasi dengan bolt-action dengan masukan sistem magazine isi 7 butir munisi.

AMR RUSIA
AMR Rusia dibuat oleh Tula KBP Instrument Design Bureau, keliber 12.7mm dengan sebutan V-94 dengan sistem operasi gas, masukan munisi sistem magazine isi 5 butir.  Dilengkapi alat bidik PSO-1 yang juga digunakan pada senapan runduk SVD kaliber 7.62mm.  V-994 memiliki panjang keseluruhan 1,7 meter, untuk dibawa-bawa senapan ini dapat dipisahkan antara unit laras dan popornya sehingga (panjang laras dan receiver 1,1 meter), adapun bobot keseluruhannya mencapai 11,7 kg (tanpa alat bidik).  AMR ini lebih ditujukan kepada pasar ekspor.

Pengembangan senapan runduk caliber menengah masih terus dilakukan dengan berbagai penyempurnaan.