aerospace

Sejak tanggal 21 hingga 26 Februari 2006 yang lalu telah dilaksanakan pameran kedirgantaraan Internasional Asian Aerospace-2006, merupakan pameran dua tahunan yang ke-13 dilaksanakan di negeri Singapura.  Event ini juga digabungkan dengan pameran pertahanan internasional, Asian Defence Technology 2006.

Sebelum pameran dibuka secara resmi, sejak tanggal 6 hingga 19 February 2006, telah diadakan beberapa seminar serta penjelasan kepada kalangan press mengenai berbagai pengembangan teknologi yang sebagian besar merupakan teknologim militer, serta seminar mengenai pertahanan.


Cari apa saja di AliExpress.Com


Pameran tahun ini terlihat lebih ramai pesertanya dibandingkan dengan even dua tahun yang lalu.  Namun dari segi persaingan dagang pesawat tempur dapat dikatakan lebih ramai pada event dua tahun yang lalu dimana saat itu sedang terjadi persaingan ketat antara pesawat F-18, Rafale dan Eurofighter untuk memenangkan ajang tender untuk Angkatan Udara Singapura (RSAF).

Untuk media display pesawat, pameran tahun ini terlihat lebih ramai ditambah lagi dengan kehadiran pesawat pembom dari Amerika Serikat. Demonstrasi fly-pass oleh berbagai jenis pesawat terlihat masih seperti dua tahun yang lalu.  Dari segi pesawat komersial dapat dikatakan pesawat Airbus dan pesawat keluaran Embraer cukup menarik perhatian para pebisnis pesawat komersial

Pada event pameran kali ini tercatat telah terjadi kontrak jual-beli senilai 15,2 milyar Dollar Amerika Serikat, atau empat setengah kali lipat dari kontrak jual-beli pada pameran tahun 2004. dan merupakan angka terbesar sepanjang sejarah pameran Asian Aerospace yang sudah berlangsung selama 25 tahun.

Secara kumulatif, kontrak jual-beli yang terjadi kebanyakan pada sector komersial, tercatat 40 kontrak untuk perangkat aerospace seperti pesawat sayap tetap, pesawat helikopter serta mesin pesawat.  Kontrak lain berupa perangkat simulator, MRO (maintenance-repair-overhaul), perangkat avionic, manajemen dan konsultan.

Total peserta pameran adalah 940 peserta dari 43 negara, serta dihadiri oleh 153 delegasi resmi dari 44 negara, dan total pengunjung 34.300 orang dari 89 negara.  Pada event kali ini untuk pertamakalinya delegasi dari Republik Rakyat Cina datang dengan jumlah besar.

Dari stand-stand dalam ruang yang masih menyita perhatian adalah stand Singapura dan Israel.  Industri strategis negeri Singapura terlihat terus berupaya menampilkan produk-produk yang inovatif.  Hal ini dapat kami ukur dari perangkat yang dipamerakan pada tahun 2004, lalu pada pameran IMDEX-2005 (Juni 2005) dan pameran kali ini.  Produk-produk tri-matra sangat inovatif. Industri strategis Singapura terus berkembang dengan pesat.  Kebutuhan militer perorangan, sebagian besar sudah dapat dipenuhi oleh hasil industri dalam negerinya sendiri, sehingga Singapura dapat menghemat devisa negaranya.

Event pameran seperti Asian Aerospace 2006 ini sesunggunya sangat besar manfaatnya bagi kalangan industri untuk dapat membandingkan produk-produk yang ada saat ini dan kemana arah pengembangan teknologi peralatan militer kedepan.

Sayangnya dari Indonesia kurang memberi perhatian penuh pada event seperti ini.  Tidak ada delegasi resmi dari kalangan perguruan tinggi ataupun dari kalangan Litbang (Penelitian dan Pengembangan) militer yang dikhususkan hadir.  Bahkan Departemen Pertahanan sendiri tidak mengirimkan unit terkait seperti personil dari Direktorat Teknologi dan Industri.  Padahal kini di Indonesia sedang digalakkan prioritasisasi produk pertahanan dari industri dalam negeri.

PESAWAT TEMPUR.  Untuk pesawat tempur yang cukup mendapat perhatian adalah konsep dari pesawat F-22 serta XF-35 yang dipamerkan pada stand Amerika Serikat.  Berbagai keunggulan teknologi masa datang diperkenalkan disitu.

Pada stand Republik Rakyat Cina juga banyak materiil yang dipamerkan, sayangnya para penjaga stand yang sangat representative kurang menguasai bahasa Inggris.  Namun dapat dilihat bahwa produk pertahanan Cina juga mengalami kemajuan yang pesat.