Perkembangan teknologi militer ternyata tidak akan meninggalkan perlunya kehadiran pasukan tempur darat yang dikenal sebagai pasukan infanteri (infantry).

Dengan berakhirnya era Perang Dingin, Negara yang tadinya tergabung dalam Blok Barat menjadi pihak yang terus melaju dalam pengembangan teknologi kemiliteran, juga perkembangan peralatan infantri pada khususnya. Hal ini juga ditunjang dengan kestabilan ekonomi mereka.

SPONSOR





infanteri

Beberapa konsep pasukan Infantri (modernisasi prajurit) masa depan antara lain;

Infanterist der Zukunft/IdZ (Jerman)

Dimotori oleh konsorsium  Projekthaus System Soldat (PSS) yang didukung industri EADS Defence Electronics bekerjasama dengan Bundeswehr. Jerman telah menjajaki konsep serdadu infanteri (Infanterist der Zukunft/IdZ) masa depan.

Personel pasukan infanteri Infanterist der Zukunft (IdZ) diperlengkapi dengan rompi tahan peluru, perlindungan Nubika, perangkat penglihat malam hari, alat navigasi dan komunikasi digital, perangkat komunikasi taktis untuk suara dan data serta persenjataan baru.

Percobaan terhadap prototype system IdZ telah dilakukan selama lima bulan bersamaan dengan percobaan senapan tingkat regu (Squad weapon) di Kosovo pada tahun 2002 lalu.

Untuk melengkapi pasukan Jerman yang bertugas di Afganistan EADS juga telah menyerahkan sebagian dari perlengkapan pasukan Infanteri tersebut.

Sistem IdZ ini antara lain berupa senapan serbu H&K G36 kaliber 5.56mm berikut pembidik laser buatan Oerlikon Contraves, perangkat C4I (Command, Control, Communication, Computers & Information) type NavlCom buatan Thales yang terintegrasi dalam sebuah rompi khusus, berikut sub-sistem pelindung mata dan telinga serta alat penglihat malam hari yang terintegrasi dalam sebuah helmet.

Persenjataan lainnya berupa pelontar granat 40mm H&K AG36, senapan mesin ringan H&K MG4 kaliber 5.56mm serta MP7.  Alat bidik tambahan berupa Binocular target acquisition & laser range finder seri Vector IV dari Victronix, thermal sight dan AN/PAS-13(V) lightweight thermal camera weapon sight buatan Zeiss.

Land Warrior (Amerika Serikat)

Pasukan Infanteri masa depan Amerika Serikat Land Warrior merupakan individual integrated fighting system. Bertujuan memberikan daya tempur tinggi serta kemampuan untuk penyelamatan diri.

Sistem yang terintegrasi pada pasukan infantri masa depan berupa system persenjataan, helmet, computer, digital & voice communications, system penanda posisi dan navigasi, pakaian pelindung serta perlengkapan personel.

Sistem Land Warrior ini rencananya tidak saja untuk melengkapi pasukan infanteri, tetapi juga untuk pasukan pendukung, Ranger, Linud serta serbu udara (air assault).

Konsep dari system Land Warrior ini telah dirancang sejak tahun 1994 oleh pihak Angkatan Darat AS. Dan, melibatkan banyak kontraktor utama seperti Raytheon Systems, Hughes Aircraft Company, General Dynamics Decision Systems (sekarang bernama General Dynamics C4 Systems) dan lain-lain.

Menurut rencana sebagian besar system Land Warrior akan diserahkan untuk pengujian dan pengkajian pada tahun 2005 ini.

Dilanjutkan dengan tahap produksi dalam jumlah terbatas pada tahun 2006, dan diharapkan diterapkan dalam kedinasan pada tahun 2007.

Pada bulan February 2005, US Army telah memutuskan untuk menggabungkan program Land Warrior dengan program Future Force Warrior untuk tujuan efisiensi.  Penggabungan ini selanjutnya di manajemeni oleh General Dynamic C4 Systems.

Sistem yang diterapkan merupakan system modular dan dirancang untuk misi dan tugas prajurit. Komandan Unit akan menentukan komponen Land Warrior apa saja yang akan di gelar dalam misinya.

Dua konfigurasi utama dari Land Warrior; untuk prajurit dan kepala regu (squad leader). Versi untuk prajurit termasuk radio jarak pendek (inter-squad voice & data communications).  Versi untuk squad leader termasuk multi-band inter-and intra-team SINCGARS compatible radio, keyboard & handheld flat panel display.

Serdadu menggunakan rompi khusus yang dapat ber-interface dengan sarana sensor dan computer.  Beban yang dibawa dapat disesuaikan distribusi muatannya dari mulai bahu hingga paha pada saat melakukan pergerakan.  Sistem elektronik terhubung dan terintegrasi melalui 10 port hub yang terpasang pada tubuh.  Kelengkapan lain berupa GPS dan pedometer dead reckoning system yang dapat mengikuti gerak prajurit dilapangan. Semua perangkat elektronika yang dibawa menggunakan tenaga batere yang dapat sekali pakai dibuang ataupun yang dapat di isi kembali tenaganya.

Sementara senapan serbu baru masih belum didapat, Land Warrior dipersenjatai dengan senapan serbu M4 Carbine caliber 5.56mm dengan segala kelengkapnnya.

Agaknya system Land Warrior ini masih terus akan mengalami berbagai perubahan, mengingat hingga saat ini masih terdapat beberapa sub-sistem yang dirasa masih belum memenuhi keinginan dari konsep program.  Sebut saja system senapan serbu, perangkat komunikasi taktis (suara dan data) dan beberapa sub-sistem lainnya.

Future Infantry Soldier Technology (Inggris)

Pengembangan pasukan Infanteri masa depan pasukan Inggris dilakukan melalui program FIST (Future Infantry Soldier Technology).  Program ini langsung ditangani oleh Kementrian Pertahanan Inggris di Abbey Wood, Bristol. (UK Ministry of Defence Procurement Agency).

Percobaan pertama dari program ini dilaksanakan pada bulan Januari 2005 di tempat latihan AD di Salisbury yang melibatkan 70 serdadu.

Sub-sistem utama bagi pasukan infanteri masa depan antara lain perangkat C4I, persenjataan dan alat optic, sub-sistem mobilitas (navigasi, ukuran dan bobot peralatan), keselamatan/survivability (pakaian dan perlindungan balistik maupun Nubika), dan sub-sistem keberlanjutan operasi (hal yang berkaitan dengan dukungan logistic).

Perlengkapan perorangan tidak bergeser jauh dari perlengkapan yang digunakan sekarang seperti  GPS, Alkom taktis berupa Bowman integrated combat radio system termasuk perangkat radio kecil yang dilengkapi dengan sarana encrypto yang dapat beroperasi lintas cakrawala (over the line-of-sight).

Untuk senapan serbu, yang dipilih masih pada jenis SA-80 kaliber 5.56mm dengan berbagai kelengkapannya, termasuk pelontar granad fragmentasi berdaya ledak tinggi (HEFG). Senjata anti-tank berupa misil LAW dan Javelin.

Korps Marinir Amerika Serikat

Pasukan Korps Marinir AS dengan jumlah pasukan infanteri yang sangat besar juga memiliki ambisi modernisasi kemasa depan.  Saat ini mereka sudah memulainya dengan memperbahario beberapa peralatan tempur perorangannya.

Beberapa perangkat yang kini digunakan antara lain;Rompi dengan plat SAPI (Small Arms Protection Insert).Radio tingkat Pleton (TonSet) kini sebagian menggunakan produk Harris (RF-5800). Pembidik optic untuk senapan serbu (ACOG Sight - Advanced Optical Gun Sight) yang dipasang pada senapan serbu jenis M-16A4 dan pelontar granat M-203.Bayonet jenis M-9. Sistem hydrasi - terutama untuk mendukung opersi didaerah padang pasir. Senapan curah (Shotgun) Mossberg 590. (Maliharu/Irwan.Net)