Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah laut dan posisi geografisnya diapit oleh samudera luas.  Maka untuk sektor pertahanan diperlukan keberadaan Angkatan Laut yang kuat dengan didukung kapal-kapal perang modern.

Namun keterbatasan anggaran belanja militer yang dialokasikan oleh pemerintah selama ini belum dapat mendukung kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI Angkatan Laut.  Hal ini menjadikan kekuatan Sistem Persenjataan yang dimiliki dapat dikatakan sangat minim.

SPONSOR





Alutsista TNI Angkatan Laut yang utama adalah keberadaan kapal-kapal perang yang modern.  Kapal perang juga mendjadi tulang punggung Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI Angkatan Laut.

Kapal-kapal yang dimiliki sekarang ini - terutama kapal perang - merupakan kapal-kapal yang usianya sudah sangat lanjut, contoh saja Frigate kelas Van Speijk atau kelas Tribal serta kelas Claud Jones (Kelas KRI Samadikun) yang rata-rata usianya sudah diatas 20 tahun-an.

Dalam upaya meningkatkan kekuatan satuan armada TNI Angkatan Laut, pada  hari Rabu, 7 Januari 2004, telah ditandatangani pemesanan dua unit kapal perang kelas Corvette dari perusahaan galangan dari negeri Belanda - Royal Schelde (Schelde Naval Shipbuilding - member of the DAMEN Group).

Tidak hanya itu, beberapa bulan kemudian, tepatnya hari Jum'at 8 Oktober 2004 juga ditandatangani Nota Kesepakatan antara TNI Angkatan Laut dengan PT. PAL Indonesia, Surabaya untuk pembuatan Korvet Nasional yang ditandai dengan kegiatan simbolis pemotongan baja pertama.

Korvet Nasional merupakan hasil kerjasama rancang bangun dengan Orrizonte Sistemi Navali S.P.A. (Fincantieri Shipyard) dan Italian Navy Corvette serta PT. PAL Indonesia.

Korvet Nasional dirancang untuk mampu melaksanakan misi operasi tempur seperti Peperangan Anti Pesawat udara (AAW/Anti-Air Warfare), Peperangan melawan kapal permukaan (ASuW/Anti-Surface Warfare), Peperangan Anti Kapal Selam (ASW/Anti- Submarine Warfare), dan Peperangan Elektronika (EW/Electronic Warfare).

Kapal yang menurut rancangannya berbobot 1.600 ton ini memiliki panjang (garis air) 80 meter, Draft 3.46 meter, lebar 12.2 meter, tinggi permukaan ke geladak utama 8.2 meter dengan kecepatan rata-rata 25.2 knot dengan kekuatan daya dorong 2x7.400 kw mengakomodasi 81 personil awak kapal.  Namun hingga naskah ini diturunkan masih belum diperoleh informasi berapa lama waktu yang diperlukan untuk pembuatan sebuah korvet nasional ini.

KELAS SIGMASigma Class Corvette yang dipesan dari Belanda sebanyak 2 unit merupakan jenis corvette hasil rancangan baru yang sangat inovatif dan unik.

Disebut sebagai SIGMA kependekan dari Ship Integrated Geometrical Modularity Approach.  Dengan memajukan dua aspek keunggulan; flexibility dan affordability.

Pabrik pembuatnya mengkatagorikan kapal ini sebagai Naval Patrol Vessel dengan seri dasar memiliki panjang antara 52 sampai 98 meterm untuk pesanan TNI Angkatan Laut dengan panjang 90 meter. Dan bobot yang dirancang berkisar antara 440 ton untuk jenis terkecil sampai dengan 1.930 ton untuk jenis terbesar.
Image

Pilihan propulsi yang ada termasuk twin screw controllable pitch propeller atau twin water jets, yang menggerakkan dua atau empat mesin diesel dan dua screw fixed pitch propellers atau twin water jets.  Sistem elektronik sepenuhnya dihasilkan oleh empay atau enam DG-sets.  Pilihan lain bila diperlukan antara lain gas turbin.

Kapal perang ini dilengkapi dengan senjata utama Super Rapid Gun caliber 76mm dari Oto Mellara, serta dilengkapi dengan senapan mesin caliber 20mm untuk bagian lambung. Selain memiliki system tempur (Sewaco) mutakhir, kapal ini juga dilengkapi dengan rudal anti-permukaan serta rudal anti-pesawat jarak pendek, selain itu juga dipersenjatai dengan peluncur torpedo.

Sistem kendali tempur yang diadopsi oleh kapal ini termasuk dari generasi mutakhir.  Kapal ini juga mampu membawa sebuah pesawat helicopter yang pada masa datang dapat digunakan untuk menghadapi target jarak jauh (OTH/Over The Horizon), misalkan bila menggunakan sista rudal MM-40 Block-3 (Exocet).

Sumber data: Royal Schelde Web, berbagai sumber (maliharu)