Kendaraan Tempur Lapis Baja (Ranlapba) beroda ban atau biasa disingkat sebagai Pansrod (Panser beroda) dalam pasukan darat sangatlah diperlukan.

Terlebih lagi dengan ketersediaan versi-versi dari Pansrod ini dari mulai untuk transportasi pasukan, (APC/Armoured Personal Carrier), Pengintai dan kendaraan penghubung (Reccon & Liaison), pendukung penembakan pasukan infantri (Fire support), ambulan sampai pada kendaraan pos komando.

SPONSOR





pandur-ii

Tingkat kemampuan jelajah di medan sulit dan kemampuan proteksi bagi awak kendaraan menjadi persyaratan utama bagi pembuatan Pansrod ini, disamping memiliki fleksibilitas rancang bangun untuk terciptanya varian-varian seperti disebut diatas.

Pansrod yang ada dewasa ini terdiri dari jenis 4×4, 6×6 dan 8×8 dengan kemampuan membawa persenjataan dari senapan mesin kaliber 7.62mm sampai meriam kaliber 120mm.

PANDUR dari AUSTRIA. Austria dengan industri Steyr-Daimler-Puch telah memiliki reputasi yang cukup panjang dalam menghasilkan kendaraan militer. Sejak November 2003 Industri ini diambil alih oleh General Dynamics USA melalui anak perusahaannya AV Technology International.

Dan sekarang menjadi bagian dari General Dynamics European Land Combat Systems (ELCS), bersama dengan MOWAG dari Swiss serta General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS) Spanyol. Produk Pansrod andalan dari Steyr-Daimler-Puch adalah PANDUR.

Pengembangan versi terbarunya yang diberi nama PANDUR II mulai di uji-coba pada September 2001. Diproduksi dalam dua jenis, 6×6 dan 8×8, menggunakan mesin penggerak mesin disel Cummins ISC 350 berkekuatan 355hp. Untuk versi standar, digunakan mesin disel Steyr WD 612 berkekuatan 265hp.

Dengan pengendali transmisi otomatis dari Allison. Untuk jenis yang berperan sebagai kendaraan pengintai dan pendukung penembakan, PANDUR dilengkapi dengan kubah (turret) Cockerill 90mm LCTS, dengan meriam jenis Mark-8, juga dilengkapi dengan senapan mesin coaxial 7.62mm dan senapan mesin kubah juga dari kaliber 7.62mm.

Pada masing-masing sisi kubah dilengkapi dengan empat buah pelontar granat asap. Persenjataan kubah dikendalikan dengan sistem mekanis elektronik sistem digital dengan backup manual.

Pada kompartemen penembak dilengkapi dengan alat penglihat kombinasi teropong siang hari dan thermal imaging sight, juga dengan stabilized head mirror dan sarana laser rangefinder yang terintegrasi. Untuk versi prototype 8×8 dipersenjatai dengan kanon kaliber 30mm.

Versi APC dari PANDUR II dipersenjatai dengan senapan mesin berat M2HB kaliber 11.7mm dan senapan mesin kaliber 7.62mm jenis MG3. PANDUR II dibuat sebagai Pansrod amphibi yang dalam pengoperasiannya dari normal ke penjelajahan amphibi tidak memerlukan eprsiapan khusus (no stopping time preparation), kendaraan ini memiliki bobot tempur 13,5 ton.

Perlindungan yang dimiliki PANDUR II adalah kemampuan proteksi terhadap tembakan sampai kaliber 12,7mm (.50) dengan sudut datang proyektil 30 derajat. Pada bagian dalam juga dilengkapi dengan lapisan karpet khusus (mine protection carpet) untuk meminimalkan efek lanjutan (secondary effect) dari ledakan ranjau.

Untuk memperkecil pantauan sistem thermal, kendaran ini dilengkapi dengan thermal insulated thermal system dan juga pengecatan digunakan lapisan infra-red absorbing paint.

Rancangan permukaan kendaraan dilakukan dengan perhitungan komputer untuk meminimalkan radar cross section dari kendaraan ini dari pantauan radar. Sedangkan untuk memperkecil kebisingan suara mesin kendaraan digunakan exhaust silencing systems.

Spesifikasi umum:
Power to weight ratio : 15.3 kW/ton
Tinggi kendaraan : 2060mm
Tinggi kendaraan sampai atas senjata : 2671mm
Panjang keseluruhan : 5782mm
Lebar kendaraan : 2800mm
Kecepatan maksmum : 100 sampai 110 km/jam
Jarak jelajah : 650 km
Jumlah personil yang dapat di angkut : 10 sampai 12 personil