Yang ini mungkin cuma sekedar informasi aja. Bisa untuk temen-temen atau sekedar mengingatkan gue sekitar kesalahan atau mungkin kekurangan dalam proses pembuatan model kit.

Italeri F-4S Navy Phantom 1/72


Cari apa saja di AliExpress.Com

kit Italeri, Navy Phantom F4-S ini mungkin sepintas nggak keliatan salahnya (mungkin). tapi kalau diperhatikan lagi, sebenernya ada kesalahan pewarnaan dan juga saat penempelan decals dan beberapa lainnya sbb:.

  1. Harusnya warna dasarnya Light Ghost Gray dan lorengnya Dark Gull Gray. Karena keteledoran gue nyari cat-cat gue, yang ketemu dan gue gunakan adalah Flat Gull Gray sebagai warna dasar, dan lorengnya pakai Medium Gray. Walau, akhirnya gue tau ternyata gue punya cat light ghost gray dan dark gull gray!
    catatan: organisasikan cat-cat Anda kedalam file data (excel misalnya) supaya memudahkan pencarian waktu diperlukan.
  2. Penempelan decals gue lakukan tanpa sebelumnya menyelimuti kit dengan clear coating. Jadinya decal terlihat shimmering (mengkilap) dan kurang menyatu dengan body.
  3. Males ngecat rudal, ban atau detil lainnya.
  4. Gue juga eksperimen dengan bubuk carbon (dibeli dari tempat melukis), untuk menimbulkan efek kotor, tapi belum begiku sukses.
  5. Disini gue nggak coba washing untuk menampilkan panel lines-nya.

Tamiya Mig-29 Fulcrum 1/72

Yang ini kit Mig-29 Fulcrum skala 1/72 dari Tamiya. Walaupun sebenernya gue jarang main di 1/72 karena sulit ngecat-nya (menurut gw), belakangan, gue coba bikin pesawat kit-kit 1/72.

Yang Fulcrum ini cukup baik pemasangannya. Detilnya juga cukup menonjol. Waktu pembuatan gw cukup rapi (rasanya), sayang waktu finishing banyak coba-coba dan nggak sabaran.

Diatas itu masih keliahatan rapi enggak? Cockpit gw masking pakai masking tape, sedangkan untuk body gue masking pakai masking sol (masking cair) dari gunze (merk lain juga banyak).

Kesalahan terjadi waktu gw, seperti biasa, males, melapisinya dengan clear coating. Tapi langsung dihajar nyoba washing. Karena cat dasarnya pakai cat berbasis minyak (enamel), washingnya gw pake cat berbasis waterbase (acyrilic). Karena cepet kering dan gue nggak lapisin dgn clear coating dulu, jadinya banyak hasil washing yang tidak dapat dibersihkan sehingga terlihat kotor sedikit.

Nggak gitu keliatan ya? Kalo fotonya gedean dikit mungkin keliatan dibagian sayap dan dekat exhaust. Lalu, ini scheme-nya juga suka-suka gue. kamuflase-nya mungkin Russian camouflage a la gw. Hanya sedikit gw gue ikutin pattern-nya. Warnanya juga semau gw.
Hahaha..

Ya, iseng aja sih.. gw bosen liat default scheme-nya..

Academy Mig-21 Fishbed 1/72

Ini kit lumayan bagus fittingnya, merk Academy Mig-21 Fishbed ini mungkin kalo nggak salah gw beli 70rb-an aja. Walaupun gue pribadi cukup puas dengan pengecatan yg gue rasa cukup rapi, ternyata ada juga kesalahan gue disini.

  1. Biasakanlah mencoba mengecat pada suatu media dulu. Karena kit diatas sebenarnya terbalik warnanya. Untuk warna dasar harusnya lebih terang ketimbang warna blok-blok-nya. Kesalahan gw disini, gue lupa mana yg terang dan mana yg gelap. Karena kalo diliat fisik, nyaris sama warnanya (disini gue pake Gunze Chrome Silver dan Gunze Almunium. Yg gue jadiin dasar yg silver, eeeeh.. ternyata yg lebih terang malah almunium.
  2. Ini kit sedikit nyeleneh karena di petunjuknya, moncongnya nggak merah. Tapi gue pengen ada merahnya jadi gue cet merah. Hahaha.
  3. Bagian exhaust belum gue warnain.
  4. Gue juga belum coba washing lagi, takut jadinya malah merusak kit yg udah jadi.

Revell FR-4E Phantom Tigermeet 1/72
Yang dibawah ini beda lagi. Ini karena kebanyakan liat foto-foto Tiger Meet, gue napsu bikin Tiger Meet. Kebetulan ada beberapa yg scheme NTM langsung aja gue buat.

Sepintas nggak keliatan salahnya kan? padahal ini gue kehabisan cat warna hitam! Cat item gue sisa dikiiit banget, gue paksaain masang saking napsunya. Alhasil beberapa bagian, walau tidak terlalu kentara masih kelihatan warna hijau tua-nya (warna plastik kit-nya). Seperti di air intake atau di tangki bahan bakar, kelihatan masih sedikit kurang tercover pewarnaannya.

Selain itu, karena tidak sabar. Gue males ngedempul sambungan antara sayap dan body yang aslinya sedikit menganga. Alhasil, seperti terlihat pada gambar, decals sayap dan body seperti terputus kan?

Overall, nge-kit model kit Tiger Meet ini cukup cepet, karena warnanya hitam, nyaris nggak perlu lagi ngurusin panel lines untuk memunculkan detail karena kekuatannya ada di warna-warna mencoloknya. Jadi harusnya, konsentrasinya lebih pada penempelan decals.

Tips: Karena decals-nya lebar-lebar, sebaiknya gunakan decals setters, atau cairan untuk membuat decals menempel lebih baik, dan lebih rata. Disini gue juga pake korek kuping dan jarum pentul sebagai alat bantu. Korek kuping untuk 'mengurut decals' supaya tidak ada udara yang terperangkap. Kalau ada, gue tusuk pake jarum pentul dan diurut lagi pake korek kuping yang sudah dibasahi air.

Kit ini lumayan layak dikoleksi. Kalau kurang suka warna hitam (scheme Tiger Meet 1985), disini disediakan juga scheme Tiger Meet untuk warna loreng (Tiger Meet 1986)

Catatan: nge-kit itu kudu sabar, sabar, dan sabar...

Revell Puma Tigermeet 1/144

Ini jelas-jelas bukan kebisaan gw. Skala 1:144!!! Keciiiiiil banget! cuma sebesar sepanjang bungkus Gudang Garam Filter! Nyerah deh gw!

Ngecat ban-nya yg sebesar pentolan korek api gw nyerah. Nempelin decals-nya juga nyerah. Apalagi ngecat interiornya (nggak gw cat sama sekali). Hihihi..

  1. Bagian kaca harusnya gue silet lagi supaya decal yg nempel bisa dibuang.
  2. Bagian cockpit harusnya di-cat (gw pikir sekecil itu nggak bakal terlalu ketara. Ternyata keliatan juga.
  3. Harusnya gue pake tape mask untuk bagian kaca. Gue pake masking sol, ternyata waktu diangkat banyak menarik cat sekitarnya. Terpaksa cat-cat cacat-nya gue tutup pake spidol Gundam yang ujungnya cukup kecil.
  4. Ban. Nyerah deh.. gue nggak sanggup ngecatnya.

Anyway, itu semua hanya beberapa jenis kesalahan saja. Mungkin bisa dijadikan catatan untuk modeler lainnya. Tapi terus terang, gw pribadi sih cukup puas dan seneng-seneng aja bagaimanapun hasilnya.

Toh ini kan hobby. Kalau sudah jadi, nggak mungkin gw buang dooong?