berdoaOwww! Mungkin ini memang minggu yang religious for me. Belum lama bercerita tentang pengalaman menyamakan Tuhan dengan manusia, sore ini BBM gw memperoleh pesan dari teman yang lain, yang intinya rekan bermaksud untuk meminjam sejumlah uang karena ada keperluan mendesak untuk orang tua dan anaknya.

Alhamdulillah, karena kebetulan masih dalam batas kemampuan, gw hanya membalas singkat, o.k.


Cari apa saja di AliExpress.Com

Yang menarik, setelah mengucapkan terima kasih, tanpa ditanya pesan BBM-nya berlanjut dengan kalimat, "Kerja mulu kaga punya2 duit" katanya.

Ohh?? cukup terpana gw membacanya dan terus coba berbalas messenger.

Kemudian, setelah ditanya rekan tersebut bercerita bahwa dia sudah sering meminta, sudah memohon diberikan rezeki dan masih merasa Tuhan belum memberikan rizki yang cukup. Tuhan belum mengabulkan do'anya. Kapan doa saya dikabulkan, tanyanya?

Gw balik bertanya, jadi elo berasa kesusahan terus?

Iya, jawabnya.

Berapa lama elo merasa kesusahan?

Lebih dari setahun deh, katanya.

O.k. sejak kapan elo 'sadar' dan minta sama yang di Atas?

Yah, mungkin sejak beberapa bulan lalu deh, jawabnya lagi.

Kalimat itu mengakhiri pembicaraan via BBM, karena gw merasa perlu menelpon kawan tersebut untuk sekedar berbicara (selain capek juga ngetik via HP). <g>

berdoa-01

Begini, mari kita sejenak berkaca. Anggaplah kita merasa kesulitan dalam setahun belakangan ini. Lalu, kita memperoleh hidayah-NYA untuk dapat kembali bersembahyang dan mendekatkan diri kepada-NYA (rekan ini memang sudah mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT mungkin sejak beberapa bulan lalu).

Anggaplah, kita ber-matematika dalam setahun belakangan ini. Anggaplah 12 (dua belas) bulan ini kita merasa kesusahan, dan 3 (tiga) bulan ini kita sudah merasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Logikanya, ada 9 (sembilan) bulan elo dalam kesulitan, dan belum mendekatkan diri kepada-NYA.

berdoa-02Nah, kalau kenyataannya elo merasa hidup elo susah selama 9 (sembilan) bulan dan kuat bertahan selama ini, TANPA mendekatkan diri kepada-NYA, kenapa elo merasa berhak untuk dikabulkan do'anya dalam 3 (tiga) bulan belakangan ini??

Kalo mau adil, sebelum elo mengeluh, harusnya elo bisa dong mencoba terus beribadah, tawakal dan taqwa selama paling tidak 9 (sembilan) bulan juga sebelum keluar pernyataan, "Kenapa Doa Saya Belum Dikabulkan?"

Tuhan jelas-jelas tidak berhitung. Kapanpun, dimanapun atau apapun dapat dia kabulkan menurut kehendak-NYA.

Yang jelas, rencana Tuhan selalu yang terbaik untuk elo. Semuanya, akan datang pada waktu-NYA, bukan waktunya elo.

Coba cari-cari tulisan tentang "Indah Pada Waktunya" atau mengenai 'Kisah Bunga Mawar' yang versi bahasa Inggrisnya, "Let The Beautiful Roses To Burst" ditulis di blog ini juga.

Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, DIA beri aku kaktus berduri.

Ku minta pada Allah hewan mungil nan cantik, DIA beri aku ulat bulu. Ku sempat sedih , kecewa dan protes, betapa tidak adilnya ini... namun kemudian .... kaktus itu berbunga, sangat indah sekali, dan ulatpun tumbuh menjadi kupu-kupu yang teramat cantik... itulah jalan dari Nya

INDAH PADA WAKTUNYA...

DIA tidak memberi apa yang kita harapkan tetapi memberi apa yang kita perlukan.. walau kadang sedih,kecewa, terluka.. TAPI JAUH DI ATAS SEGALANYA ADALAH... bahwa DIA merajut yang terbaik untuk kita...

Intinya, semua ada waktunya. Semua sesuai rencana-NYA. Kita sebagai manusia, hanya diminta untuk terus berdoa dan berusaha.

Kalau elo suntuk dan bertahan sembilan bulan dalam keadaan yang menurut elo belum sesuai keinginan, kenapa elo nggak mencoba terus berusaha dan berdoa dalam sembilan bulan juga??

Jadi, kalau kita berani hidup tanpa meminta dalam waktu yang cukup lama, kenapa kita menuntut sesuatu dalam waktu singkat?

Nggak Adil dooong!

Walaupun Tuhan tidak menuntut seperti itu, ya yang adil dan wajar ya minimum kita berusaha dan berdo'a juga sepanjang waktu kita merasa dalam kesusahan dunk. (Syukur-syukur kalo ibadah mah bisa terus ga pake ngitung-ngitung) 🙂

Itu baru adil.
Adilnya untuk kita, hitungan matematika manusia agar tetap mau optimis untuk terus berusaha dan berdoa.

Jangan mengeluh, teruslah beribadah dan meminta....

Tuhan selalu ada disana..