Setelah Republik Singapura memutuskan untuk memilih pesawat tempur keluaran Boeing F-15 T Strike Eagle.  Kawasan Asia Tenggara nantinya akan diramaikan lagi dengan pesawat tempur baru yang akan dibeli oleh Pemerintah Kerajaan Thailand.

Saat ini sedang dilakukan kegiatan pemilihan pesawat tempur apa yang nantinya akan dibeli oleh pemerintah Thailand.  Beberapa kandidat yang mengajukan penwaran antara lain Sukhoi dari Rusia dan Jas Gripen dari Swedia.

JAS Grippen


Cari apa saja di AliExpress.Com


JAS Gripen dikenal sebagai Multi-Role Fighter Aircraft yang dikembangkan oleh pihak industri SAAB, dan penerbangan perdana dilakukan pada bulan Desember 1988.  Pesawat tempur ini mulai masuk kedalam dinas Angkatan Udara Swedia pada tahun 1997.  Direncanakan selanjutnya JAS Gripen akan menggantikan seluruh armada pesawat tempur Viggen dan Draken yang dioperasikan oleh AU Swedia.

Pembuatan pesawat ini dilakukan oleh sebuah konsorsium dibawah Saab yang terdiri dari Saab, Ericson Microwave System, Volvo Aero Corporation, Saab Avionic dan FFV Aerotech.  Untuk melakukan kegiatan Ekspor, telah dibentuk sebuah perusahaan patungan antara Saab dan BAE Systens dengan nama Gripen International.  BAE Systems juga berpartisipasi dalam pembuatan pesawat ini yaitu untuk main landing gear unit dan wing attachment unit.

Jas Gripen dibuat dalam beberapa versi utama, yaitu; versi JAS 39A untuk versi tempat duduk tungal, dan JAS 39B untuk versi tempat duduk ganda (Opeational Trainer Variant).  Lalu ada JAS 9C Batch 3 merupakan versi tempat duduk tunggal standar ekspor yang juga dipasok kepada AU Swedia pada tahun 2002.

JAS 39C memiliki kelebihan dari versi sebelumnya yaitu dilengkapi dengan layar saji data berwarna pada kokpit, on-board oxygen generation system (OBOGS) dan memiliki kemampuan pengisian bahan bakar ulang diudara.  Demikian juga versi untuk tempat duduk ganda JAS 39D.

Secara keseluruhan, AU Swedia memesan 204 unit Gripen termasuk 28 diantaranya versi tempat duduk ganda, dengan jadwal penyerahan sampai dengan tahun 2007.  AU Afrika Selatan juga memesan 19 unit versi tempat duduk tunggal dan sembilan unit versi tempat duduk ganda, dimana industri local Afrika Selatan, Denel Aviation akan memproduksi bagian dari centre fuselage.

Pemerintah Hungaria atas dasar memo kesepakatan (MoU) bulan November 2001 melakukan leasing untuk 12 JAS 39A dan dua JAS 39B, dimana pada amandemen MoU bulan Februari 2003 diubah menjadi 12 JAS 39C dan dua JAS 39D dimana pengiriman akan dilakukan mulai tahun 2006.

Pada perjanjian tersebut dicantumkan juga kondisi bahwa setelah masa leasing berakhir, pemerintah Hungaria akan membeli semua pesawat tersebut.

Perjanjian leasing juga dilakukan dengan pemerintah Czech (Ceko) pada bulan Juni 2004 untuk 12 unit JAS 39C dan dua JAS 39D untuk masa periode 10 tahun. Pengiriman pertama sebanyak enam unit pesawat dilakukan pada bulan
April 2005, dan sisanya pada bulan Agustus 2005.

JAS Gripen dapat dipersenjatai dengan sista rudal AIM-120B AMRAAM, AIM-9L Sidewinder (Versi AU Swedia RB74), RBS 15F anti-ship missile, Rudal Maverick, Rudal udara-ke-udara BGT IRIS-T, Rudal Meteor (BVR - Beyond Visual Range), dan meriam Mauser caliber 27mm.

Perangkat komunikasi yang dipasang pada pesawat ini adalah VHF/UHF transmitter/Receiver dari Saab Tech Vectronic, dan IFF type TSC 2000 dari Thales.  Dilengkapi juga dengan air-to-air data link.

Mesin pendorong pesawat adalah jenis RM12 dari Volvo Aero yang merupakan pengembangan dari mesin General Electric GE F404.

Karakteristik:

  • Bentang sayap (termasuk peluncur): 8,4 meter
  • Panjang keseluruhan (termasuk pilot tube): 14,1 meter
  • Tinggi: 4,5 meter
  • Trak roda: 2,4 meter
  • Sumbu roda: 5,2 meter
  • Bobot tinggal landas untuk versi basic fighter: 8,5 ton
  • Bobot maksimum untuk tinggal landas: 14 ton
  • Kecepatan maksimum: supersonic at al altitudes.