Merakit model kit itu menyenangkan. Selain bisa mengisi waktu (pas bulan puasa atau pas liburan misalnya) <g>, merakit juga membuat kita lebih sabar, lebih teliti, dan lebih konsentrasi.

Bagaimana tidak, jika proses merakit itu memang selain membutuhkan kesabaran, ketelitian, konsentrasi, merakit juga membutuhkan waktu.

(image courtesy of IPMS)

Tapi sebelum lebih lanjut lagi, jangan lupa, dasar setiap hobby adalah kesenangan, jadi pahamilah bahwa bagaimanapun hasilnya, proses yang menyenangkannya adalah proses merakit, menghias (finishing) dan mengumpulkan atau memajangnya.

SPONSOR





Merakit itu seni. Rakitan itu seperti juga sebuah lukisan.

Kalau dipahami, mungkin dibilang bagus oleh seseorang, tetapi mungkin juga dibilang tidak bagus oleh orang lain. Artinya; buat saja rakitan Anda. Jangan terpengaruh kata orang. Karena tidak ada nilai exact dalam seni.

Seperti juga sebuah lukisan. Hasil rakitan itu karya seni yang merepresentasikan senimannya (perakit/pelukisnya). Apapun yang telah dikerjakan, dicapai, harus dihargai, minimum oleh sang perakit (kalo perakitnya nggak bilang bagus, ya orang lain juga akan bilang begitu kan?) 🙂

Jadi, jangan pikirin apa kata orang. Jangan takut untuk memulainya.

Mari Merakit!

 

SEJARAH SINGKAT
Merakit model kit ini sebenarnya merupakan cabang dari scale modelling, atau modeling. Di luar negri orang sering menyebutnya scale modelling, di Indonesia lebih populer dengan istilah model kit.

Kegemaran ini, kalau mau ditelusuri sudah ada sejak jaman purba. Yakni, kegemaran membangun atau membuat sesuatu yang merepresentasikan bentuk aslinya dalam skala yang lebih kecil.

Modeling sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu scratch building, atau membuat sendiri segalanya,  lainnya adalah apa yang coba kita bahas disini, yakni model kit. Berbeda dengan scratch building yang membangun sendiri (biasanya saat ini untuk kebutuhan komersial seperti maket gedung, diorama museum, dll), merakit model kit menjadi lebih mudah, karena sudah dibuatkan kit-nya.

Tentu saja yg satu ini tidak sejak zaman purbakala. Hobby model kit ini berkembang sejak ditemukannya alat pencetak (injection molding machine) dan mulai berkembang sejak cellusose acetate plastic dipatentkan tahun 1919 di Jerman. Tahun 1930, BASF Jerman menyempurnakan plastik tersebut menjadi Polystyrene plastic, jenis plastik kit yang kita banyak gunakan sampai saat ini.

 

ALIRAN
Dalam model kit, ada yang beraliran clean (bersih), ada yang beraliran realis (nyata), atau justru yg sesukanya. Kadangkala aliran tersebut dipengaruhi genre kit yang disukai. Misalnya, perakit model kit mobil, motor, perahu, dll biasanya beraliran clean/bersih. Sementara perakit model kit militer bisa beraliran bersih atau realistis.

Tapi, tidak perlu pusing dalam alirannya. Suka-suka aja lah yaa (mau seneng kok repots???)

 

DASAR-DASAR MERAKIT

Jika diperlukan, berikut ini merupakan dasar-dasar merakit model kit (plastic scale model), yang mungkin lebih merupakan versi pribadi, dengan kombinasi perakitan yang banyak dimuat di internet dan mungkin cenderung lebih ke arah kit militer.

Kalo salah mohon diperbaiki, kalau kurang tolong ditambah..

 

Kategori
Gw pribadi mengkategorikan proses perakitan menjadi 3 kategori.

Kategori Awal (Beginner)
Untuk kelas awal, proses yang dilakukan adalah merakit model kit itu sendiri. Apabila rakitan bisa tersusun dengan baik, Anda sudah merupakan perakit awal.

Untuk rekan-rekan yang baru mencoba merakit, silahkan mencoba mencari model kit dengan kategori beginner (misalnya di merk Revell ada kelasnya), atau bisa dilihat dari jumlah sprue (pengikat part model kit). Biasanya, model kit dengan jumlah sprue 2 (dua) atau 3 (tiga) rangkaian merupakan model kit yang sederhana.

Untuk adik-adik yang mungkin masih di SD atau SMP, bisa memulai juga dengan memilih kit dengan kategori umur yang tertulis.

Kategori Menengah (Intermediate)
Di kelas menengah, perakit sudah mulai menggunakan cat (kuas/airbrush), medium dempul (putty), ampelas, dll. agar hasil rakitan menjadi lebih baik dan minimum mendekati petunjuk (manual) atau lebih bagus lagi.

Rekan-rekan modeler di kelas ini biasanya sudah mulai pingin hasil yang lebih baik dari kelas awal. Proses pemotongan sprue yang semakin baik, penempelan yang semakin rapi, pendempulan, hingga pengecatan juga mulai dilakukan.

Kategori Atas (Advance)
Di kelas atas, perakit lebih mendetail lagi. Selain proses perakitan yang semakin baik, pengecatan yang semakin rapi, ditambah dengan penggunaan teknik-teknik weathering, washing, dll. perakit juga mungkin menambah beberapa aksesoris (seperti photo etched, extra decal, dll) untuk lebih mendekatkan hasil rakitannya ke rakitan yang lebih realistis.

PERALATAN/PERLENGKAPAN
Jika Anda serius dalam merakit, tentu saja kelengkapan peralatan dan perlengkapan sangat menunjang proses perakitan model kit. Semakin lengkap, semakin membantu.

Berikut ini jenis-jenis peralatan/perlengkapan yang dibedakan secara kelas kategorinya.

  1. Tang Potong, untuk memotong part kit dari sprue-nya. Tang ini bisa dibeli di hobby shop, atau coba cari di Ace Hardware atau toko buku.
  2. Art Cutter, untuk memotong atau menyayat part kit. Jenisnya sebaiknya menggunakan art cutter/hobby cutter/craft cutter yang bisa diperoleh di toko-toko model kit atau toko buku. Jika kesulitan memperolehnya, cutter biasa juga bisa membantu.

  3. Pinset

  4. Lem Polyutherene, lem ini sifatnya mencairkan plastik model kit sehingga kit menempel dengan baik. Biasanya lem ini bisa diperoleh di toko model kit dengan berbagai merk seperti Tamiya, Italeri, Revell, dll.
  5. Cat
    Cat model kit terbagi dari 3 jenis, yakni enamel (sifatnya cat minyak), acrylic (sifatnya cat air), atau satu lagi cat laquer.
  6. Thinner (pencair cat)
    Thinner yang digunakan adalah thinner khusus sesuai cat yang dipilih. Apakah acrylic thinner atau enamel thinner.
  7. Thinner biasa. Yang ini thinner yang biasa dibeli di toko besi. Kegunaannya untuk membersihkan kuas, cat, atau perangkat airbrush.
  8. Kuas, beragam ukuran kuas. Yang sebaiknya khusus untuk model kit, atau dari gerai perlengkapan lukisan.
    Kuas biasa mudah keriting jika dicuci/dibersihkan thinner. Menurut gw pribadi, paling enak ya kuas red sable (kalo nggak salah nulisnya). Lebih mahal, tapi awet.
  9. Kompresor airbrush lengkap dengan selang, spray, dll (jika tempat bekerja Anda lembab, lengkapi dengan water trap)Kompressor ini banyak jenisnya, bisa dicari di Glodok (Jakarta) atau langsung yang khusus model kit seperti keluaran Tamiya, Aztech, dll. Beberapa teman ada yg memodifikasinya dari kompresor ac bekas. Kalau sudah dapet datanya, nanti wa update deh.
  10. Masking tape dan fluid masker.
    Masking tape berguna untuk menutup bagian-bagian yang tidak perlu kena cat, seperti kanopi di pesawat, atau pada saat membuat warna-warna kamuflase.
    Menurut gw pribadi, masking tape lebih terpakai pada saat menggunakan airbrush.
    Alternatif dari masking tape adalah fluid masker, atau masker cair seperti keluaran maskol, gunze masking sol, dll.
  11. Dempul (putty).
    Dempul ini berguna untuk menambal bagian yang kurang rapat pengelemannya, atau justru untuk menambah efek-efek lainnya (menambah lapisan body, dll). Jenisnya juga cukup banyak, ada yg basic, ada yg untuk permukaan halus (smooth surface) atau ada yg sangat cepat kering.
  12. Kikir (file) ukuran kecil dan halus. Merk yg gw pake pake file set Hasegawa. Alternatifnya, bisa juga dicari di Ace Hardware.
  13. Bor dengan berbagai mata bor ukuran kecil.
  14. Ampelas
  15. Cat minyak, thinner (white spirit)
  16. Future (cairan pembersih lantai yang berguna untuk membersihkan bagian bening (clear parts) dari model kit.
  17. Perangkat bantu lainnya seperti tusuk gigi, sedotan, sisa styrofoam bekas, dll.

PEMBUATAN

  1. Pemilihan
    Proses pertama adalah proses pemilihan kit. Untuk tahap ini sebaiknya dipilih jenis model kit yang tidak terlalu rumit. Biasanya ini bisa dilihat dari jumlah sprue (ikatan part model kit). Semakin banyak, artinya semakin detil.Untuk tahap ini, silahkan disesuaikan dengan kemampuan Anda sendiri.
  2. Perencanaan
    Rencanakan, akan seperti apa kit Anda nanti jadinya. Apakah sekedar menempel dan merakitnya, menambahi dengan mewarnai (mengecatnya) atau menyempurnakannya dengan beragam tekhik khusus agar terlihat semakin realistis.Jika, sudah ditentukan, tahap berikutnya adalah mencari referensinya. Untuk taraf perakit awal, tidak perlu susah-susah, ikuti saja buku petunjuknya.
    Untuk perakit menengah, bisa mulai mencari data yang sesuai dengan model kit tersebut. Misalnya jika kit yang dipilih adalah kit tank M1A2 Abrams, silahkan melihat-lihat data-data tank asli tersebut.Untuk kategori advance, biasanya ditambah dengan mencari referensi foto-foto kondisi asli dari kit yang dipilih. Biasanya, perakit advance mencoba menyamakan dengan kondisi aslinya. Hal tersebut berguna untuk dapat membuat kit yang dihasilkan tampil lebih realistik.
  3. Perakitan
    Proses perakitan ini cukup mudah. Tinggal mengikuti manual atau petunjuk perakitannya saja. Ikuti urutan pembuatan sesuai nomor petunjuk. Perhatikan juga petunjuk dengan baik, karena kadangkala juga ada petunjuk yang kurang, salah cetak, atau justru salah.Untuk taraf intermediate/advance, mulai lebih sibuk, karena diperlukan strategi pemasangan lebih lanjut. Selain itu tambahan peralatan/perlengkapan (seperti kikir halus, dempul, dll), juga membuat proses ini lebih lama.Baca buku petunjuk berulang-ulang, agar tidak terjadi kesalahan atau overlapping dalam pekerjaan. Rencanakan tahapan-tahapan pekerjaan, agar tidak terburu-buru menyelesaikannya. Misalnya, jika tidak direncanakan, Anda bisa tidak sabar menunggu cat cockpit pesawat kering lalu menempelkannya di badan pesawat padahal cat belum kering benar.Contoh: Untuk pembuatan pesawat, biasanya harus menyelesaikan bagian cockpit terlebih dahulu. Ketika cockpit sedang menunggu kering lem-nya, atau sedang di-cat, perakit intermediate/advance bisa mulai merakit bagian lain yang tidak mengganggu proses. Biasanya bisa dengan mengerjakan bagian roda, atau peluru kendali, dll.

Silahkan baca petunjuk-petunjuk atau buku-buku model kit disini..