Pengalaman Nyoba Cockpit Adam Air

Pagi itu, terburu-buru gue harus ada di Surabaya. Pemberitahuan mendadak di hari Minggu bikin kelimpungan mencari ticket pesawat untuk Senin pagi. Garuda, Lion Air, semua pesawat (katanya) penuh.

Jam sembilan malem, staf kantor memberitahu kalau akhirnya saya dapat ticket di Adam Air Senin pagi jam 06:15. Hehehe, ente pasti mau bilang nyari ticket murahya? (FYI: Ticket hari Senin pagi nggak ada yang murah Coy.. Garuda 485rb, Adam Air 435rb!)

Image

SPONSOR





Karena naiknya Adam, gue inget sohib berats kecil gue yang sekarang jadi pilot di Adam Air. Malem-malem dia gue telpon, memohon kesediaan beliau untuk menjadi pilot pada penerbangan gue besok. Ternyata sang sohib menyanggupi!

Great!!

Blah-blah-blah selesai, akhirnya gue ada di pesawat Adam Air. Senin pagi ini, 13 Maret 2006, untuk tujuan Surabaya. Pesawatpun mulai merangkak menuju runway, ketika seorang pramugari menghampiri dan meminta gue untuk ke cockpit.

Weleh?? ngapain nih si Hery? batin gue. Masak baru aja mau take-off dia ngundang gue ke cockpit?

Bodo amatlah!! Kapan lagi?? batin gw..

Belaga cuek, gue lepasin seatbelt gue, dan berjalan menuju cockpit. Disana, sang pilot yang biasa gue panggil si kecil tersenyum dan berkata, duduk sini aja loe! biar liat kerjaan gue.

Image

Ternyata, duduk di cockpit itu menyenangkan. Sempit sih. Apalagi ini pesawat kecil. Tapi nggak mengurangi kekaguman gue terbang, dan memandang segalanya dari depan. Tidak dari samping kiri, atau samping kanan.

Subhanallah. Indah sekali pemandangan dari atas sini? Merinding rasanya melihat ujung cakrawala, dan seolah gue ada ditengah-tengahnya. Kebayang aja kalau semua hancur waktu kiamat nanti. Glek..

Di depan sini, gue bisa liat kanan, liat kirin dan liat depan! Lihat waktu meninggalkan landasan, terbang dan menabrak awan, atau mendarat di landasan.

Puanas banget tapinya. Sinar matahari rasanya menyengat lebih panas di pagi hari ini. Mungkin karena tinggi (terbang di 28.000ft) membuat kita sedikit lebih dekat dengan matahari kali ye?

Ngalor-ngidul kesana kemari, ngobrol soal nyasarnya pesawat Adam Air lain ke daerah Lombok, nggak kerasa tiba-tiba sudah dekat Surabaya.

Pesawat mendekati landasan dari arah laut. Pelaaaan... pelaaan... pelaaaan.. terlihat ujung landasan Juanda Airport (nggak akan ketuker deh, sebelah kiri landasan gue liat ongokan pesawat Lion Air yang keluar landasan beberapa hari lalu yang belum dipindahkan).

Serrrrrr... pesawatpun landing dengan mulus. Sangat mulus..

Thank you for flying Adam Air.