ImageLiburr!! Libur panjang bersama. Gue asyik males-malesan bangun siang karena semalem reuni kecil dengan sohib-sohib SMA bikin gue pulang malem bangets.

Waktu gue asyik nonton TV, si sulung Kevin yang sedang asyik main mobil-mobilan dengan susternya berujar, "Tunggu, mobilnya diperiksa dulu nanti ada bom-nya!"

Gue agak kaget denger dia ngomong begitu, gue perhatiin, dia sedang melewatkan mobil-mobilannya dibawah sebuah kotak yang kemudian dia katakan sebagai tempat periksa mobil seperti yang sering dia lihat dan alami ketika mungkin mampir ke sebuah gedung atau pertokoan.

SPONSOR





Walah!!?? Gue jadi terhenyak! Anak gue Kevin saat itu berusia 3 tahun 8 bulan. Dan dalam imajinasinya dia mengimajinasikan mobil-mobilannya harus diperiksa ada bom atau tidak!

bom

Sadarkah kita tentang apa yang akan kita wariskan kepada anak-anak kita nanti?Apakah kita mewariskan rasa aman? atau justru ketakutan yang berlebihan kepada anak-anak kita nanti?

Gue, sang bapak, yang masuk kategori baby boomers, cukup beruntung tidak merasakan banyak gejolak keamanan di masa kecilnya. Masa perang sudah berlalu, masa revolusi/pemberontakan, dll, sudah lewat. Walaupun katanya masa lalu (orde baru) penuh gejolak, at least; gue sang anak saat itu merasa itu saat keemasan di sisi rasa aman kita pribadi.

Saat itu, gue nggak pernah mikir kemungkinan 'rame' karena ada demo, kekhawatiran akan ada bom, ancaman teroris, dll, bahkan; saat SMA dulu, kita pernah bertaruh banyak-banyakan kencing (ma'af) di gedung-gedung perkantoran dengan temen-temen lainnya. Mana ada periksa-periksaan?? Saat itu, besar nyali dan tebel muka aja yang diperlukan seorang anak berseragam SMA untuk berkeliaran didalam sebuah gedung perkantoran!!

Gue dibesarkan dalam kondisi yang relatif aman di masa itu (I'm 36 years old, this year). Masa yang kata orang banyak masa keserakahan orde baru, kok rasanya lebih nyaman dibanding 5 tahun belakangan ini?
What about my children? Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?

Saat gonjang-ganjing soal teror bisa diterima oleh akal sehat manusia dewasa, apa yang diterima oleh sang anak? Saat kita dapat menganggap pemeriksaan badan atau barang bawaan kita saat memasuki gedung sebagai suatu proses 'mengada-ada', apa yang dianggap oleh anak kita? Secara fisik, tentu anak kita tidak diperiksa secara langsung. Tetapi, dengan seringnya dia melihat atau mengalami proses pemeriksaan mobil kita, atau tubuh kita saat memasuki sebuah tempat, apa rasa aman yang kita wariskan?

Kasihan anak kita! sedari kecil, secara tidak sadar kita mewariskan rasa 'biasa' diperiksa. Walaupun kita merasa tidak mengancam keamanan siapapun! Kaciaaaaan deh lo!

Dibalik segala unsur politik yang ada. Baik regional maupun global. Soal 'mengurangi' rasa aman bagi seluruh umat manusia di dunia ini sebenarnya (IMHO) bukan datang dari teroris. Tetapi lebih karena 'perbuatan' politik global untuk kepentingan (lagi-lagi) uang.

Siapa itu Al Qaeda? siapa itu Jama'ah Islamiyah? siapa itu teroris? Mana bukti keberadaan mereka? mana bukti aktivitas mereka? mana bukti teror mereka?

Ini itu ini itu semua mana buktinya? apakah semua itu hanya kebohongan-kebohongan yang dibangun untuk membentuk opini tersebut? Apakah itu bukan salah satu cara 'membendung' orang/kelompok yang tidak sepaham dengan kepentingan golongan tertentu saja?

Ada bom di Bali, ada bom di JW Marriot, ada bom dimana-mana. Kalau dihitung, mungkin sudah puluhan bom meledak dan merugikan banyak pihak. Buktinya mana itu kerjaan teroris?

Kok repot-repot mikir yg buat siapa? Kok kita ditekan mencari dalangnya? Wong Amerika yang katanya negara adidaya saja tidak pernah bisa membuktikan siapa dalang pelaku peristiwa 9 September (9/11)???

Skeptis ya?

Mungkin aja karena gue nggak tau banyak. Mungkin cuma film-film seperti Fahrenheit 9/11 yang jadi acuan. Yang jelas. Anak gue lebih merasa terganggu dengan segala aktivitas pemeriksaan keamanan dan dia lebih merasa takut dengan segala ketidaknyamanan tersebut, ketimbang ancaman langsung dari teroris itu sendiri!