Polandia merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan darat bersenjata anti-serangan udara dalam jajaran angkatan lautnya.  Baru-baru ini diberitakan bahwa kekuatan artileri anti-serangan udara tersebut akan menggelar alut sista yang dimodernisir dengan senjata utama meriam anti-serangan udara S-60 kaliber 57mm.

polish-military

Modernisir terjadi pada system Komando dan Kendali batere artilerinya, antara lain Radar surveillance untuk obyek sasaran udara yang terbang rendah type N-22 yang beroperasi pada S-band, dengan jarak jangkauan mencapai 100 km.  Radar ini dipasang pada kendaran truk taktis 4×4.  Sistem Komando dan Kendali tersebut dipasok oleh perusahaan CNPEP Radwar dengan nilai kontrak sekitar US Dollar 16,1 juta untuk masa penyerahan dalam dua tahun.  Pos Komando dan Kendali otomatis ZWD-10K Lowcza-3K menggunakan platform truk taktis 4×4 jenis Star 944, untuk kekuatan battalion didukung dengan tiga unit pengendali penembakan batere artileri anti-serangan udara  WD-95 (Konfigurasi Blenda Polandia).

SPONSOR





Pihak Polandia mengharapkan sista Hanud ini akan efektif digelar sampai tahun 2010 mendatang sampai mendapatkan Alut Sista yang baru yaitu ZUR-23-2KG Gun/Missile.

Meriam anti-serangan udara S-60 kaliber 57mm ini juga dioperasikan oleh satuan Arhanud TNI-AD yang telah dimodernisir oleh pihak GLS, Jerman.

hanud-poland

ZUR-23-2KG GUN/MISSILE.  Sistem senjata anti-serangan udara yang diga dirancang oleh grup Radwar ini merupakan kombinasi twin barrel gun caliber 23mm dan dua tabung luncur rudal tembak bahu (MANPADS) Grom (setara dengan SA-7 Rusia).  Rudal ini termasuk kategori jarak pendek (VSHORAD - Very shorth air defence).

WD-95 Blenda (dikenal dengan sebutan Umbrella) memiliki perangkat kendali penembakan EO (Electro optical) yang dapat mendetaksi target udara sampai jarak lebih dari 10 km, dan mampu mengendalikan lebih dari empat pucuk meriam S-60 yang telah dimodifikasi untuk operasi secara remote melalui sarana kabel sepanjang 140 meter.

Pengarah EO Umbrella-57 yang juga dilengkapi sengan peralatan pengidentifikasi kawan atau lawan (IFF/Identification Friend or Foe) type IKZ-02 dari Radwar, Kamera TV, kamera FLIR, laser rangefinder, berikut kabin awak bermuatan dua personil (Komandan batere dan pengendali target) dipasang pada chasis truk taktis 6×6 Star 1466.  Dengan peralatan layas saji data yang terpasang pada WD-95, komandan batere dapat memonitor situasi udara yang gambarnya dipasok dari radar N-22.

Untuk versi ekspornya WD-95 dikenal dengan sebutan BCV (Battery Command Vehicle), oleh pihak Radwar dinyatakan bahwa WD-95 ini dapat dihubungkan sampai dengan enam unit ZUR-23-2KG.